Postingan

Terapi Radiasi Kanker Payudara Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung Jangka Panjang

Jakarta - Terapi radiasi merupakan salah satu tatalaksana pengobatan kanker payudara. Namun, ternyata, terapi radiasi kanker payudara dapat tingkatkan risiko penyakit jantung jangka panjang. Hal ini dijelaskan dalam studi baru yang telah terbit di Journal of American College of Cardiology: CardioOncology, dilansir dari WebMD, Minggu (26/9/2021). Penelitian ini berfokus pada wanita yang didiagnosis mengidap kanker payudara sebelum usia 55 tahun yang kemungkinan akan hidup selama bertahun-tahun setelah mendapatkan perawatan kanker payudara. Para peneliti melibatkan sebanyak 972 wanita yang menerima radiasi untuk kanker payudara arena 1 dan 2, di antara tahun 1985 dan 2008. Berlangsung selama 27 tahun, hasil yang didapat menunjukkan bahwa sebanyak 10,5 persen wanita yang menerima radiasi kanker payudara sisi kiri memiliki kemungkinan mengembangkan penyakit arteri koroner. Efek terapi radiasi kanker payudara ini dapat menimbulkan gejala penyakit jantung seperti nyeri dada se...

Tim Arkeolog di Lebanon Menemukan Kuburan massal Tentara Salib Selama Perang Abad-13

Jakarta - Tim arkeolog internasional menemukan dua kuburan massal yang berisi 25 tentara salib yang tewas selama perang di Abad ke-13 di Lebanon. Seluruh tentara itu dimakamkan di kuil Sidon yang diserang oleh tentara Mamluk dan Mongol di dua waktu berbeda. Dikutip dari Dailymail, Selasa (21/9/2021), para arkeolog mengetahui sisa-sisa tengkorak itu milik Tentara Salib setelah menemukan gesper sabuk gaya Eropa dan koin tentara salib di dalam kuburan. Analisis DNA dan isotop dari gigi mereka lebih lanjut menegaskan bahwa beberapa laki-laki lahir di Eropa, sementara yang lain adalah keturunan pemukim tentara salib yang bermigrasi ke 'Tanah Suci' dan menikah dengan penduduk setempat. Tim memeriksa kuburan untuk melihat lebih dekat tumpukan tulan g yang menunjukkan banyak tentara yang tewas saat mereka melarikan diri dari pertempuran. Tulang lainnya memiliki luka pedang di bagian belakang leher, menunjukkan bahwa mereka mungkin adalah tawanan yang dieksekusi setelah...

Manfaat Kayu Bajakah Untuk Kesehatan Sampai Berpotensi Mengobati Kanker

jakarta - Kayu bajakah adalah tumbuhan asli dari Kalimantan Tengah. Suku Dayak, suku asli Kalimantan, telah menggunakan kayu ini sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit. Namun, tumbuhan ini belum banyak dibudidayakan karena belum banyak yang mengetahui khasiatnya.   Berpotensi sebagai obat kanker Pada tahun 2019, tiga orang siswa sekolah menengah atas memenangkan medali emas lomba World Development Imagination Olimpic. Mereka mengajukan manfaat kayu bajakah sebagai potensi obat kanker. Pada percobaan yang dilakukan, mereka menemukan bahwa kayu bajakah bisa mengobati kanker pada tikus. Efek ini merupakan hasil dari kandungan flavonoid dan saponin. Kedua zat tersebut sudah terbukti sebagai zat yang memiliki efek antikanker. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan dosis yang cukup sebagai obat kanker yang efektif. Selain itu juga untuk mengetahui batas dosis dan efek samping yang mungkin timbul.   Menangkal radikal bebas Komponen fe...

Mengenali Gejala Adiksi Dan Dampaknya

Jakarta - Adiksi adalah suatu kondisi ketergantungan fisik dan psychological terhadap hal-hal tertentu sehingga menimbulkan perubahan perilaku orang yang mengalaminya. Hal-hal yang menyebabkan sangat luas, misalnya aktivitas seperti makan, bekerja, atau kegiatan lainnya. Namun, salah satu adiksi yang berbahaya adalah adiksi terhadap obat-obatan terlarang. Orang yang mengalami adiksi terhadap obat-obat akan terus melakukan penyalahgunaan obat-obat, seperti narkoba. Mereka akan kesulitan untuk mengurangi atau menghentikan konsumsi narkoba walau sudah berusaha keras.   Dilansir dari Badan Narkotika Nasional, adiksi dapat dibagi menjadi beberapa jenis: 1. Penyakit primer Seringkali tidak diperlukan suatu kondisi awal khusus untuk menyebabkan seseorang menjadi penyalahguna. 2. Kronis Penyakit adiksi tahap ini sudah berulang kali kambuh yang b dan terus menerus menghinggapi penyalahguna. Harus ada dukungan kuat dari keluarga dan teman-teman terdekat, serta komitmen pribad...

Demi Ingin Mencegah Penyakit Yang Ditulari Nyamuk, Cina Ingin Menggunakan Teknologi Nuklir

Jakarta - Peneliti China yang sangat terkenal telah selangkah lebih dekat untuk mengendalikan penyakit mematikan yang ditularkan oleh nyamuk dengan menerapkan teknologi nuklir dalam proyek pemberantasan. Dikutip dari The Globaltimes, Selasa (31/8/2021), Ketua tim peneliti mengatakan ini adalah satu-satunya teknologi biologi modern yang berpotensi untuk membasmi nyamuk tertentu di suatu wilayah dan mengendalikan penularan penyakit. Teknik anti nyamuk menggunakan radiasi untuk memadamkan kapasitas reproduksi nyamuk jantan. Setelah dilepaskan, jantan mandul ini akan kawin dengan betina liar tanpa menghasilkan keturunan. Menurut media lokal, Badan Energi Atom Internasional memuji penelitian anti-nyamuk oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Nuklir dari Otoritas Energi Atom China (CAEA), yang didirikan dalam kemitraan dengan Universitas Sunlight Yat-sen pada tahun 2020. Menurut Direktur Pusat CAEA Departemen Khusus Shenzhen Wu Zhongdao, penerapan teknologi nuklir h...

Kamuflase Laba-laba Predator yang Mirip Seperti Kotoran Burung

Jakarta -  Laba-laba ini punya bentuk dan bau seperti tahi burung, secara harfiah. Dan di balik rupa yang tidak berbahaya tersebut, peneliti menemukan bahwa sang laba-laba memanfaatkannya untuk menangkap mangsa. Laba-laba tersebut, yang dikenal umum sebagai laba-laba kotoran burung (bird-dung crawler), merupakan hewan yang hidup di wilayah Asia Tenggara. Sejak lama, para peneliti telah mengetahui bahwa mimikri dari genus laba-laba Phrynarachne ini digunakan olehnya untuk berlindung dari predator. Namun, ternyata kamuflase tahi burung dari laba-laba kotoran burung punya fungsi lain. Riset terbaru dari jurnal Present Zoology pada Juli 2021 menemukan bahwa mimikri jadi kotoran burung digunakan laba-laba ini untuk memangsa hewan lain. Riset yang dibuat peneliti China dan Singapura ini berangkat dari hipotesis penelitian terdahulu yang menyebut bahwa penyamaran laba-laba kotoran burung dapat menarik serangga buruannya. Namun, sampai riset itu dibuat, tidak ada yang memiliki bukti eksper...

Inilah 4 Cara Untuk Mengatasi Fobia Menurut Sains Yang Wajib Anda Ketahui

Jakarta - Mengatasi fobia atau ketakutan akan sesuatu tentu bukanlah yang mudah. Perlu usaha dan keberanian yang besar. Meski demikian, fobia dan rasa takut bukanlah sesuatu yang tidak bisa dilawan dan dikalahkan.   Dilansir dari BBC Science Emphasis Magazine, berikut adalah 4 cara mengatasi fobia menurut sains: 1. Kenali apa yang ditakuti Langkah pertama dalam mengatasi fobia adalah mengetahui dan mengenali apa yang ditakuti Fobia terhadap laba-laba lebih mudah untuk dijelaskan, namun agorafobia atau rasa takut akan tempat umum dan ruang terbuka memiliki akar penyebab yang mungkin lebih abstrak. Mengidentifikasi dengan tepat mengenai apa yang benar-benar ditakuti dapat memberikan petunjuk tentang masalah apa yang harus ditangani. 2. Pahami apa yang ditakuti. Psikolog klinis biasanya menggunakan terapi perilaku kognitif untuk menangani fobia. Ini merupakan pendekatan dua arah yang menangani kecemasan dengan mengatasi pikiran dan sikap tentang rasa takut dan melawan...